Menu Utama

Tulisan

Tautan




Serat Piwulang Warni-Warni Karya Mangkunegara IV (Suatu Tinjauan Stilistika)
Jumat, 13 Februari 2009 by Bambang | Skripsi
PDF  Print 

ABSTRAK

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) Bagaimanakah penggunaan aspek-aspek bunyi (rima) dalam Serat Piwulang Warni-Warni Karya Mangkunegara IV?, (2) Bagaimanakah struktur pembentuk kosakata (diksi) dalam Serat Piwulang Warni-Warni Karya Mangkunegara IV?, (3) Bagaimanakah gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang dalam Serat Piwulang Warni-Warni Karya Mangkunegara IV?. Tujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan penggunaan aspek-aspek bunyi dan susunan kata dalam Serat Piwulang Warni-Warni Karya Mangkunegara IV, (2) mendeskripsikan struktur pembentuk dan susunan kata dalam karya sastra Serat Piwulang Warni-Warni Karya Mangkunegara IV, (3) mendeskripsikan gaya bahasa dalam Serat Piwulang Warni-Warni Karya Mangkunegara IV. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dan sumber data berasal dari Serat Piwulang Warni-Warni Karya Mangkunegara IV. Data dalam penelitian ini adalah data tulis, sedangkan teknik pengumpulan data dengan teknik pustaka atau teknik catat. Analisis data menggunakan tiga komponen analisis yaitu reduksi data, sajian data dan penarikan simpulan. Adapun metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan metode informal. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan atau pemilihan bunyi-bunyi bahasa yang dipergunakan dalam SPW MN IV ditemukan adanya purwakanthi ‘persajakan’, yaitu purwakanthi swara ‘asonansi’, purwakanthi sastra ‘aliterasi’, purwakanthi lumaksita. Adapun pemilihan dan pemakaian kosakata arkhais dalam SPW MN IV antara lain digunakannya (1) tembung saroja, (2) tembung rangkep yang meliputi dwipurwa, dwilingga dan dwiwasana; (3) tembung garba ‘sandi’, (4) baliswara; (5) sengkalan, (6) dasanama ‘sinonim’, (7) kata-kata Kawi, dalam berbagai kelas kata (kata kerja, kata sifat, kata benda); (8) diksi yang bersifat pribadi, (9) wangsalan, (10) afiksasi arkhais. Berdasarkan penelitian ini pemakaian gaya bahasa yang dominan dalam SPW MN IV adalah gaya bahasa persamaan ‘simile’, gaya bahasa metafora, gaya bahasa personifikasi. Pemakaian gaya bahasa memberikan kesan yang lebih indah dan estetis.

Penulis : Priyanto ( FSSR Jurusan Sastra Daerah NIM. C0103037 Tahun 2008 )

[ Atas ]


Berita terkait lainnya
© 2013 | UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret
Jln. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126 Indonesia
Telp / Faks : + 62 0271 654311
e-mail : pustaka@uns.ac.id