Menu Utama

Tulisan

Tautan


Membangun Masyakarakat Cinta Perpustakaan di Lingkungan Kampus
Rabu, 20 Juni 2012 by Ajick | Artikel Perpustakaan
PDF  Print 

Penulis: Raden Baskoro Dwi Martono

Pendahuluan

Manusia melakukan perbuatan karena dia merasa butuh. Misalnya orang yang lapar tergerak untuk makan karena ia merasa butuh makan itu. Ia melakukannya untuk melepaskan masalah atau penderitaan yang ia hadapi untuk mendapatkan kedamaian. Begitu juga orang membaca buku, orang melakukan hal itu karena ia merasa membutuhkan membaca untuk menambah pengetahuan yang ada pada dirinya. Sehingga permasalahan-permasalahan yang ia hadapi dapat terselesaikan. Dalam hal ini perpustakaan menjadi pusat ilmu pengetahuan bagi siapa saja dan mampu memberikan sumbangannya kepada siapa saja dalam menyelesaikan permasalahan hidup untuk mendapatkan kedamaian.

Manusia juga terpengaruh adanya motivasi. Motivasi mengacu pada sebab atau mengapa dari perilaku. Suatu organisme yang dimotivasi akan terjun dalam suatu aktivitas secara lebih giat dan lebih efisien dari pada tanpa dimotivasi.[1] Motivasi dapat berasal dari dalam atau dari luar dirinya. Motivasi dari dalam dapat berupa dorongan untuk menyelesaikan permasalahan hidup dan mendapat kebahagiaan. Motivasi dari luar dapat berupa imbalan dari orang lain baik itu berupa materi seperti uang atau non materi seperti pujian, penghargaan. Sehingga hidupnya akan lebih menyenangkan. Selain itu motivasi juga dapat memberikan gambaran tentang kebutuhan yang harus dia miliki. Misalnya motivasi yang diberikan orang yang diberikan ketika anaknya mendapat nilai yang baik dalam hasil ujian. Dari hal itu orang akan menjadi lebih giat dan sungguh-sungguh dalam bekerja atau berusaha.

Manusia akan berduyun-duyun datang ke perpustakaan ketika merasa butuh. Tapi tidak semua orang mengetahui bahwa dia membutuhkan perpustakaan. Akibatnya perpustakaan sepi dari pengunjung.[2] Buku-buku rapi tersusun dalam raknya tidak pernah diambil untuk dibaca. Selain itu perpustakaan banyak pengunjung ketika mendekati ujian. Dari beberapa pengunjung yang ada disana bukannya membaca buku tapi melepas lelahnya (tidur) karena teralu nyamannya suasana yang ada dalam ruangan perpustakaan. Hal ini menunjukkan tidak sesuainya dengan fungsi perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, artikel ini diharapkan mampu untuk memberikan penyadaran  bahwa masyarakat (terutama di lingkungan kampus) membutuhkan perpustakaan. Sehingga perpustakaan akan berfungsi dengan baik yang menjadi pusat pengetahuan bagi siapa saja yang membutuhkan. Selain itu masyarakat akan menjadi yang cerdas dalam menghadapi permasalahan hidup dan mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.

Permasalahan

Permasalahan yang diangkat adalah bagaimanakah membangun masyarakat menjadi cinta kepada perpustakaan di lingkungan kampus ?

Tujuan

Tujuan dalam hal ini adalah untuk membangun masyarakat menjadi cinta kepada perpustakaan di lingkungan kampus. Masyarakat merasa butuh dengan perpustakaan dan gemar untuk mengunjungi perpustakaan.

Landasan Teori

-          Membangun

Membangun adalah kegiatan yang dilakukan untuk membuat menjadi sesuatu hasil dari sesuatu bahan mentah menjadi sesuatu yang utuh. Misalnya pekerja bangunan membangun rumah. Maka mereka melakukan kegiatan untuk membentuk rumah dari bahan-bahan yang ada menjadi bangunan rumah yang utuh. Begitu juga dengan membangun masyarakat cinta dengan perpustakaan, yaitu menanakan rasa cinta seseorang atau masyarakat dengan perpustakaan. Penanaman rasa cinta ini membutuhkan cara dan proses sehingga dapat terbangun rasa yang ada.

-          Masyarakat

Pengetian masyarakat adalah sekelompok manusia yang terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.[3] Di lingkungan kampus, maka masyarakat yang ada adalah orang-orang yang terikat dengan kepentingan kampus, misalnya mahasiswa, dosen, pegawai kampus dan sebagainya. Masyarakat kampus terikat akan peraturan yang harus dipenuhi sebagai masyarakat kampus.

-          Cinta

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cinta adalah rasa suka atau rasa sayang atau rasa sangat kasih / sangat tertarik hatinya. [4] Seseorang yang merasa cinta pada sesuatu hal akan selalu ingin bertemu, bersama dan selalu ingat pada hal yang ia cintai. Seseorang yang cinta pada perpustakaan, maka ia akan selalu ingin datang mengunjungi dan berlama-lama dalam perpustakaan untuk mencari berbagai informasi yang ada dalam perpustakaan.

-          Perpustakaan

Kata perpustakaan berasal dari kata pustaka, yang berarti kitab, buku-buku, kitab primbon.  Kemudian mendapat awalan per dan akhiran an, menjadi perpustakaan yang mengandung arti kumpulan buku-buku bacaan, bibliotek dan buku-buku kesusasteraan.[5]  Pengertian tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan berisi kumpulan buku-buku yang berisi tentang ilmu pengetahuan.

Dalam pengertian yang mutakhir, seperti yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI Nomor 11 tahun 1989, disebutkan bahwa, “ Perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestari bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pendidikan nasional.[6] Dalam hal ini perpustakaan mengandung bahan-bahan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menunjang proses mencerdaskan generasi bangsa.

Sedangkan secara lebih umum pengertian perpustakaan mencakup ruangan, bagian dari gedung atau bangunan, atau gedung tersendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan diatur demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca.[7] Maka perpustakaan merupakan tempat khusus yang diperuntukkan menyimpan buku-buku dan mengelolanya sehingga mudah untuk diambil apabila akan digunakan atau dipergunakan oleh pembaca.

Perpustakaan sekolah diselenggarakan pada berbagai jenis dan tingkatan sekolah. Tugas perpustakaan sekolah adalah memberikan layanan informasi dan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah dalam rangka pelaksanaan kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah.[8] Perpustakaan yang ada berisi tentang berbagai bahan ilmu pengetahuan untuk menunjang proses pendidikan, sehingga siswa dengan mudah mendapatkan informasi yang diperlukan.

Perpustakaan perguruan tinggi yang mencakup universitas, sekolah tinggi, institut, akademi dan lain sebagainya. Berada di lingkungan kampus. Pemakainya adalah sivitas akademi perguruan tinggi tersebut, tugas dan fungsinya yang utama adalah menunjang proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.[9] Perpustakaan kampus mencakup bahan-bahan yang diperlukan dalam berbagai kegiatan pembelajaran kampus.

Pembahasan

Membangun cinta dengan perpustakaan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara :

Dengan mengadakan lomba karya ilmiah ditingkatan kampus. Hal ini akan memacu mahasiswa untuk mencari dan mempelajari tentang sesuatu dengan membaca. Maka mahasiswa akan berduyun-duyun mengunjungi perpustakaan sebagai salah satu dari pusat ilmu yang ada dilingkungan kampus. Lomba yang dilaksanakan dapat berupa lomba karya tulis tentang fenomena yang masih aktual pada waktu itu baik tingkatan nasional atau tingkatan kampus. Selain itu juga bisa tentang resensi buku. Buku bisa berupa buku pelajaran atau buku yang lain. Dengan memasukkan buku materi kuliah menjadi buku yang diresensi dalam lomba akan menjadikan mahasiswa bersemangat mengikuti lomba dan mendalami tentang mata kuliah yang sedang didalami. Selain itu juga dengan artikel tentang permasalahan aktual. Dengan demikian mahasiswa akan berusaha mencari informasi aktual yang ada. Untuk mendukung dengan berbagai kegiatan ini maka perpustakaan yang ada juga harus memenuhi akan kebutuhan informasi yang ada. Informasi tidak hanya buku cetak namun juga berupa media elektronik dan yang lain yang dapat mengakses informasi yang terkini dan lengkap. Sehingga mahasiswa dapat memenuhi kebutuhannya akan informasi yang diperlukan dengan berkunjung ke perpustakaan. Mungkin pada awalnya mahasiswa mengikuti kegiatan lomba karena imbalan yang ada dari kegiatan lomba yaitu hadiah yang diberikan, namun lama kelamaan akan menimbulkan minat dan rasa kebutukan akan informasi aktual. Sehingga mahasiswa akan terbiasa dengan kegiatan membaca buku dan mencari irformasi yang ada. Mahasiswa akan menjadi mahasiswa yang berwawasan dan tidak ketinggalan informasi.

Penugasan Mata Kuliah. Misalnya dosen memberikan tugas kepada mahasiswa untuk meresensi buku, merangkum buku, makalah atau tugas yang lain. Dengan tugas ini mahasiswa diharuskan untuk membaca buku sebagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Tentu saja mahasiswa harus membaca buku, dan sebagai sumber yang murah adalah dengan mengunjungi perpustakaan dengan meminjam atau dengan membaca disana. Mungkin pada awalnya mahasiswa akan merasa berat dan dengan perasaan terpaksa, karena jika tidak ia akan mendapatkan nilai yang jelek. Namun pada akhirnya, ketika ia mendapatka berbagai informasi yang penting, ia akan mencari informasi yang dibutuhkannya walaupun tidak ada tugas.

Pelayanan Perpustakaan yang Maksimal.  Untuk menujang agar mahasiswa menjadi cinta kepada perpustakaan maka pelayanan yang ada dalam perpustakaan harus maksimal. Bahan-bahan bacaan yang ada harus memenuhi kebutuhan yang ada. Baik dari buku-buku yang lama dan juga buku-buku yang baru juga ada.

Lokasi perpustkaan harus strategis. Posisi harus terhindar dari kebisingan, karena kebisingan dari berbagai mesin atau yang lain akan mengganggu suasana pembaca. Lokasinya juga diusahakan pada pusat lingkungan kampus, sehingga dapat dijangkau oleh semua mahasiswa dengan mudah. Kalau memungkinkan ditiap-tiap fakultas terdapat perpustakaan tersendiri walaupun sudah ada perpustakaan umum. Hal ini akan menjadi kemudahan bagi mahasiswa untuk mencari informasi yang lebih mendalam dan lebih mudah.

Keadaan gedung juga harus terstandar. Dalam artian keadaan gedung harus sesuai dengan keadaan minimal yang harus dimiliki gedung sebagai gedung untuk pendidikan atau sarana perpustakaan. Sehingga mahasiswa dapat menikmati suasana yang ada dalam mencari berbagai informasi yang dibutuhkan dengan nyaman tanpa ada gangguan atau kekawatiran.

Bahan-bahan yang ada tidak hanya dalam bentuk buku-buku atau bahan cetak yang lain, namun juga dalam bentuk digital. Dengan demikian informasi yang ada dapat tercapai dengan mudah. Bahan-bahan digital atau elektronik dapat dalam berupa layanan internet, film sejarah dan sebagainya.

Selain itu juga pengolahan perpustakaan harus dilakukan dengan profesional. Sehingga akan menambah kenyamanan mahasiswa dalam menikmati berbagai fasilitas yang ada. Sehingga inbormasi yang ada dapat diperoleh dengan mudah dan menjadikan mahasiswa puas dengan pelayanan dari perpustakaan dan menjadi cinta dengan perpustakaan.

Kesimpulan dan Saran

Perpustakaan sebagai pusat informasi akan memberikan berbagai informasi kepada siapa saja yang mencarinya. Kenyataan yang ada saat ini masih kurang masyarakat dalam menggunakan perpustakaan untuk mencari berbagai informasi yang ada. Akibatnya masyarakat kita juga mengalami ketinggalan dari negara-negara yang lain. Maka untuk itu perlu untuk menggairahkan kembali usaha untuk melestarikan budaya membaca dan menggunakan perpustakaan sebagai sarana dan sumber ilmu pengetahuan.

Usaha untuk melestarikan itu dilakukan oleh semua pihak. Karena kebutukan akan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa adalah milik semua warga negara. Tidak akan bisa berhasil ketika yang dilakukan hanya oleh sebagian pihak.

Membangun masyarakat cinta perpustakaan di lingkungan kampus adalah salah satu dari usaha untuk melestarikan budaya membaca dan mencari informasi yang ada. Masih ada berbagai cara dan usaha yang lain dalam membangun budaya membaca dan mencari informasi. Hal ini dilakukan dari lingkungan yang terkenal dengan masyarakat yang terpelajar, yaitu kampus. Sehingga dari lingkungan ini dapat memberi contoh dan menyebar kepada lingkungan yang lain. Sehingga masyarakat yang ada menjadi masyarakat yang pandai. Pada tahap selanjutnya akan menjadikan bangsa dan negara kita akan maju menyaingi bangsa-bangsa dan negara-negara yang lain.

Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat yang maksimal dalam usaha pembangunan cinta perpustakaan di lingkungan kampus dan lebih dari itu terhadap lingkungan yang lain. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun atas artikel ini untuk hasil yang lebih sempurna dan strategi yang lebih efektif.

Daftar Pustaka

Rita L. Al Kinson, Richard C. Al Kinson, Pengantar Psikologi Jilid 2, Jakarta : Erlangga, 2004.

Suasana Perpus UIN SUKA Jogja, bulan Februari –Mei 2009

Kamus Besar Bahasa Indonesia, TIM Penyusun, Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta: Balai Pustaka, 1989.

Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta : CV. Sagung Seto, 2006.

Murjito, Pembinaan Minat Baca, Jakarta: LIT, 2001.

Sutarno NS, Manajemen Perpustakaan, Jakarta: Sagung Seto, 2006.

 


[1] Rita L. Al Kinson, Richard C. Al Kinson, Pengantar Psikologi Jilid 2, Jakarta : Erlangga, 2004. Hal 5.

[2] Suasana Perpus UIN SUKA Jogja, bulan Februari –Mei 2009

[3] Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta : CV. Sagung Seto, 2006. Hal 15.

[4] Kamus Besar Bahasa Indonesia, TIM Penyusun, Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta: Balai Pustaka, 1989. Hal. 70.

[5] Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta : CV. Sagung Seto, 2006. Hal. 11.

[6] Murjito, Pembinaan Minat Baca, Jakarta: LIT, 2001. Hal. 3.

[7] Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta : CV. Sagung Seto, 2006. Hal 11-12.

[8] Murjito, Pembinaan Minat Baca, Jakarta: LIT, 2001. Hal. 8.

[9] Sutarno NS, Manajemen Perpustakaan, Jakarta: Sagung Seto, 2006. Hal. 35-36.

SUMBER KLIK DISINI

[ Atas ]


Berita terkait lainnya
   
   
 
© 2012 UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret
e-mail : pustaka@uns.ac.id
Telp / Faks : + 62 0271 654311
Jln. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126 Indonesia