Penulis: Raden Baskoro Dwi Martono
Pendahuluan
Manusia melakukan perbuatan karena dia
merasa butuh. Misalnya orang yang lapar tergerak untuk makan karena ia
merasa butuh makan itu. Ia melakukannya untuk melepaskan masalah atau
penderitaan yang ia hadapi untuk mendapatkan kedamaian. Begitu juga
orang membaca buku, orang melakukan hal itu karena ia merasa membutuhkan
membaca untuk menambah pengetahuan yang ada pada dirinya. Sehingga
permasalahan-permasalahan yang ia hadapi dapat terselesaikan. Dalam hal
ini perpustakaan menjadi pusat ilmu pengetahuan bagi siapa saja dan mampu memberikan
sumbangannya kepada siapa saja dalam menyelesaikan permasalahan hidup
untuk mendapatkan kedamaian.
Manusia juga terpengaruh adanya
motivasi. Motivasi mengacu pada sebab atau mengapa dari perilaku. Suatu
organisme yang dimotivasi akan terjun dalam suatu aktivitas secara lebih
giat dan lebih efisien dari pada tanpa dimotivasi.[1] Motivasi dapat berasal dari dalam atau dari luar dirinya. Motivasi dari
dalam dapat berupa dorongan untuk menyelesaikan permasalahan hidup dan
mendapat kebahagiaan. Motivasi dari luar dapat berupa imbalan dari orang
lain baik itu berupa materi seperti uang atau non materi seperti
pujian, penghargaan. Sehingga hidupnya akan lebih menyenangkan. Selain
itu motivasi juga dapat memberikan gambaran tentang kebutuhan yang harus
dia miliki. Misalnya motivasi yang diberikan orang yang diberikan
ketika anaknya mendapat nilai yang baik dalam hasil ujian. Dari hal itu
orang akan menjadi lebih giat dan sungguh-sungguh dalam bekerja atau
berusaha.
Manusia akan berduyun-duyun datang ke
perpustakaan ketika merasa butuh. Tapi tidak semua orang mengetahui
bahwa dia membutuhkan perpustakaan. Akibatnya perpustakaan sepi dari
pengunjung.[2] Buku-buku rapi tersusun dalam raknya tidak pernah diambil untuk dibaca.
Selain itu perpustakaan banyak pengunjung ketika mendekati ujian. Dari
beberapa pengunjung yang ada disana bukannya membaca buku tapi melepas
lelahnya (tidur) karena teralu nyamannya suasana yang ada dalam ruangan
perpustakaan. Hal ini menunjukkan tidak sesuainya dengan fungsi
perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, artikel ini diharapkan
mampu untuk memberikan penyadaran bahwa masyarakat (terutama di
lingkungan kampus) membutuhkan perpustakaan. Sehingga perpustakaan akan
berfungsi dengan baik yang menjadi pusat pengetahuan bagi siapa saja
yang membutuhkan. Selain itu masyarakat akan menjadi yang cerdas dalam
menghadapi permasalahan hidup dan mencapai kebahagiaan dalam hidupnya.
Permasalahan
Permasalahan yang diangkat adalah bagaimanakah membangun masyarakat menjadi cinta kepada perpustakaan di lingkungan kampus ?
Tujuan
Tujuan dalam hal ini adalah untuk
membangun masyarakat menjadi cinta kepada perpustakaan di lingkungan
kampus. Masyarakat merasa butuh dengan perpustakaan dan gemar untuk
mengunjungi perpustakaan.
Landasan Teori
- Membangun
Membangun adalah kegiatan yang dilakukan
untuk membuat menjadi sesuatu hasil dari sesuatu bahan mentah menjadi
sesuatu yang utuh. Misalnya pekerja bangunan membangun rumah. Maka
mereka melakukan kegiatan untuk membentuk rumah dari bahan-bahan yang
ada menjadi bangunan rumah yang utuh. Begitu juga dengan membangun
masyarakat cinta dengan perpustakaan, yaitu menanakan rasa cinta
seseorang atau masyarakat dengan perpustakaan. Penanaman rasa cinta ini
membutuhkan cara dan proses sehingga dapat terbangun rasa yang ada.
- Masyarakat
Pengetian masyarakat adalah sekelompok manusia yang terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama.[3] Di lingkungan kampus, maka masyarakat yang ada adalah orang-orang yang
terikat dengan kepentingan kampus, misalnya mahasiswa, dosen, pegawai
kampus dan sebagainya. Masyarakat kampus terikat akan peraturan yang
harus dipenuhi sebagai masyarakat kampus.
- Cinta
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cinta adalah rasa suka atau rasa sayang atau rasa sangat kasih / sangat tertarik hatinya. [4] Seseorang yang merasa cinta pada sesuatu hal akan selalu ingin bertemu,
bersama dan selalu ingat pada hal yang ia cintai. Seseorang yang cinta
pada perpustakaan, maka ia akan selalu ingin datang mengunjungi dan
berlama-lama dalam perpustakaan untuk mencari berbagai informasi yang
ada dalam perpustakaan.
- Perpustakaan
Kata perpustakaan berasal dari kata
pustaka, yang berarti kitab, buku-buku, kitab primbon. Kemudian
mendapat awalan per dan akhiran an, menjadi perpustakaan yang mengandung
arti kumpulan buku-buku bacaan, bibliotek dan buku-buku kesusasteraan.[5] Pengertian tersebut menunjukkan bahwa perpustakaan berisi kumpulan buku-buku yang berisi tentang ilmu pengetahuan.
Dalam pengertian yang mutakhir, seperti
yang tercantum dalam Keputusan Presiden RI Nomor 11 tahun 1989,
disebutkan bahwa, “ Perpustakaan merupakan salah satu sarana pelestari
bahan pustaka sebagai hasil budaya dan mempunyai fungsi sebagai sumber
informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa dan menunjang pelaksanaan pendidikan
nasional.[6] Dalam hal ini perpustakaan mengandung bahan-bahan ilmu pengetahuan dan
teknologi untuk menunjang proses mencerdaskan generasi bangsa.
Sedangkan secara lebih umum pengertian
perpustakaan mencakup ruangan, bagian dari gedung atau bangunan, atau
gedung tersendiri, yang berisi buku-buku koleksi, yang disusun dan
diatur demikian rupa, sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan
apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pembaca.[7] Maka perpustakaan merupakan tempat khusus yang diperuntukkan menyimpan
buku-buku dan mengelolanya sehingga mudah untuk diambil apabila akan
digunakan atau dipergunakan oleh pembaca.
Perpustakaan sekolah diselenggarakan
pada berbagai jenis dan tingkatan sekolah. Tugas perpustakaan sekolah
adalah memberikan layanan informasi dan untuk menunjang kegiatan belajar
mengajar di sekolah dalam rangka pelaksanaan kurikulum untuk mencapai
tujuan pendidikan di sekolah.[8] Perpustakaan yang ada berisi tentang berbagai bahan ilmu pengetahuan
untuk menunjang proses pendidikan, sehingga siswa dengan mudah
mendapatkan informasi yang diperlukan.
Perpustakaan perguruan tinggi yang mencakup universitas, sekolah tinggi, institut, akademi dan lain
sebagainya. Berada di lingkungan kampus. Pemakainya adalah sivitas
akademi perguruan tinggi tersebut, tugas dan fungsinya yang utama adalah
menunjang proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat.[9] Perpustakaan kampus mencakup bahan-bahan yang diperlukan dalam berbagai kegiatan pembelajaran kampus.
Pembahasan
Membangun cinta dengan perpustakaan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara :
Dengan mengadakan lomba karya ilmiah ditingkatan kampus. Hal ini akan memacu mahasiswa untuk mencari dan
mempelajari tentang sesuatu dengan membaca. Maka mahasiswa akan
berduyun-duyun mengunjungi perpustakaan sebagai salah satu dari pusat
ilmu yang ada dilingkungan kampus. Lomba yang dilaksanakan dapat berupa
lomba karya tulis tentang fenomena yang masih aktual pada waktu itu baik
tingkatan nasional atau tingkatan kampus. Selain itu juga bisa tentang resensi buku.
Buku bisa berupa buku pelajaran atau buku yang lain. Dengan memasukkan
buku materi kuliah menjadi buku yang diresensi dalam lomba akan
menjadikan mahasiswa bersemangat mengikuti lomba dan mendalami tentang
mata kuliah yang sedang didalami. Selain itu juga dengan artikel tentang
permasalahan aktual. Dengan demikian mahasiswa akan berusaha mencari
informasi aktual yang ada. Untuk mendukung dengan berbagai kegiatan ini
maka perpustakaan yang ada juga harus memenuhi akan kebutuhan informasi
yang ada. Informasi tidak hanya buku cetak namun juga berupa media
elektronik dan yang lain yang dapat mengakses informasi yang terkini dan
lengkap. Sehingga mahasiswa dapat memenuhi kebutuhannya akan informasi
yang diperlukan dengan berkunjung ke perpustakaan. Mungkin pada awalnya
mahasiswa mengikuti kegiatan lomba karena imbalan yang ada dari kegiatan
lomba yaitu hadiah yang diberikan, namun lama kelamaan akan menimbulkan
minat dan rasa kebutukan akan informasi aktual. Sehingga mahasiswa akan
terbiasa dengan kegiatan membaca buku dan mencari irformasi yang ada.
Mahasiswa akan menjadi mahasiswa yang berwawasan dan tidak ketinggalan
informasi.
Penugasan Mata Kuliah.
Misalnya dosen memberikan tugas kepada mahasiswa untuk meresensi buku,
merangkum buku, makalah atau tugas yang lain. Dengan tugas ini mahasiswa
diharuskan untuk membaca buku sebagai sumber yang dapat dipertanggung
jawabkan. Tentu saja mahasiswa harus membaca buku, dan sebagai sumber
yang murah adalah dengan mengunjungi perpustakaan dengan meminjam atau
dengan membaca disana. Mungkin pada awalnya mahasiswa akan merasa berat
dan dengan perasaan terpaksa, karena jika tidak ia akan mendapatkan
nilai yang jelek. Namun pada akhirnya, ketika ia mendapatka berbagai
informasi yang penting, ia akan mencari informasi yang dibutuhkannya
walaupun tidak ada tugas.
Pelayanan Perpustakaan yang Maksimal.
Untuk menujang agar mahasiswa menjadi cinta kepada perpustakaan maka
pelayanan yang ada dalam perpustakaan harus maksimal. Bahan-bahan bacaan
yang ada harus memenuhi kebutuhan yang ada. Baik dari buku-buku yang
lama dan juga buku-buku yang baru juga ada.
Lokasi perpustkaan harus strategis.
Posisi harus terhindar dari kebisingan, karena kebisingan dari berbagai
mesin atau yang lain akan mengganggu suasana pembaca. Lokasinya juga
diusahakan pada pusat lingkungan kampus, sehingga dapat dijangkau oleh
semua mahasiswa dengan mudah. Kalau memungkinkan ditiap-tiap fakultas
terdapat perpustakaan tersendiri walaupun sudah ada perpustakaan umum.
Hal ini akan menjadi kemudahan bagi mahasiswa untuk mencari informasi
yang lebih mendalam dan lebih mudah.
Keadaan gedung juga harus terstandar.
Dalam artian keadaan gedung harus sesuai dengan keadaan minimal yang
harus dimiliki gedung sebagai gedung untuk pendidikan atau sarana
perpustakaan. Sehingga mahasiswa dapat menikmati suasana yang ada dalam
mencari berbagai informasi yang dibutuhkan dengan nyaman tanpa ada
gangguan atau kekawatiran.
Bahan-bahan yang ada tidak hanya dalam
bentuk buku-buku atau bahan cetak yang lain, namun juga dalam bentuk
digital. Dengan demikian informasi yang ada dapat tercapai dengan mudah.
Bahan-bahan digital atau elektronik dapat dalam berupa layanan
internet, film sejarah dan sebagainya.
Selain itu juga pengolahan perpustakaan
harus dilakukan dengan profesional. Sehingga akan menambah kenyamanan
mahasiswa dalam menikmati berbagai fasilitas yang ada. Sehingga
inbormasi yang ada dapat diperoleh dengan mudah dan menjadikan mahasiswa
puas dengan pelayanan dari perpustakaan dan menjadi cinta dengan
perpustakaan.
Kesimpulan dan Saran
Perpustakaan sebagai pusat informasi
akan memberikan berbagai informasi kepada siapa saja yang mencarinya.
Kenyataan yang ada saat ini masih kurang masyarakat dalam menggunakan
perpustakaan untuk mencari berbagai informasi yang ada. Akibatnya
masyarakat kita juga mengalami ketinggalan dari negara-negara yang lain.
Maka untuk itu perlu untuk menggairahkan kembali usaha untuk
melestarikan budaya membaca dan menggunakan perpustakaan sebagai sarana
dan sumber ilmu pengetahuan.
Usaha untuk melestarikan itu dilakukan
oleh semua pihak. Karena kebutukan akan ilmu pengetahuan dan pembangunan
bangsa adalah milik semua warga negara. Tidak akan bisa berhasil ketika
yang dilakukan hanya oleh sebagian pihak.
Membangun masyarakat cinta perpustakaan di lingkungan kampus adalah salah satu dari usaha untuk melestarikan
budaya membaca dan mencari informasi yang ada. Masih ada berbagai cara
dan usaha yang lain dalam membangun budaya membaca dan mencari
informasi. Hal ini dilakukan dari lingkungan yang terkenal dengan
masyarakat yang terpelajar, yaitu kampus. Sehingga dari lingkungan ini
dapat memberi contoh dan menyebar kepada lingkungan yang lain. Sehingga
masyarakat yang ada menjadi masyarakat yang pandai. Pada tahap
selanjutnya akan menjadikan bangsa dan negara kita akan maju menyaingi
bangsa-bangsa dan negara-negara yang lain.
Semoga artikel ini dapat memberikan
manfaat yang maksimal dalam usaha pembangunan cinta perpustakaan di
lingkungan kampus dan lebih dari itu terhadap lingkungan yang lain.
Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun atas artikel
ini untuk hasil yang lebih sempurna dan strategi yang lebih efektif.
Daftar Pustaka
Rita L. Al Kinson, Richard C. Al Kinson, Pengantar Psikologi Jilid 2, Jakarta : Erlangga, 2004.
Suasana Perpus UIN SUKA Jogja, bulan Februari –Mei 2009
Kamus Besar Bahasa Indonesia, TIM Penyusun, Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta: Balai Pustaka, 1989.
Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta : CV. Sagung Seto, 2006.
Murjito, Pembinaan Minat Baca, Jakarta: LIT, 2001.
Sutarno NS, Manajemen Perpustakaan, Jakarta: Sagung Seto, 2006.
[1] Rita L. Al Kinson, Richard C. Al Kinson, Pengantar Psikologi Jilid 2, Jakarta : Erlangga, 2004. Hal 5.
[2] Suasana Perpus UIN SUKA Jogja, bulan Februari –Mei 2009
[3] Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta : CV. Sagung Seto, 2006. Hal 15.
[4] Kamus Besar Bahasa Indonesia, TIM Penyusun, Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Jakarta: Balai Pustaka, 1989. Hal. 70.
[5] Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta : CV. Sagung Seto, 2006. Hal. 11.
[6] Murjito, Pembinaan Minat Baca, Jakarta: LIT, 2001. Hal. 3.
[7] Sutarno NS, Perpustakaan dan Masyarakat, Jakarta : CV. Sagung Seto, 2006. Hal 11-12.
[8] Murjito, Pembinaan Minat Baca, Jakarta: LIT, 2001. Hal. 8.
[9] Sutarno NS, Manajemen Perpustakaan, Jakarta: Sagung Seto, 2006. Hal. 35-36.
SUMBER KLIK DISINI |