Menu Utama

Tulisan

Tautan




PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN STATISTIKA DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN TRANSFERABLE SKILLS MAHASISWA:Upaya meningkatkan competitive advantage lulusan pendidikan tinggi
Kamis, 28 Mei 2009 by Ajick | Pidato Guru Besar
PDF  Print 

Oleh :
Prof. Dr. Siswandari, MStats

Yang saya hormati:
Rektor/Ketua Senat, Sekretaris Senat, dan para Anggota Senat Universitas Sebelas Maret;
Ketua dan para Anggota Dewan Penyantun Universitas Sebelas Maret;
Para Pejabat Sipil maupun Militer;
Para Guru Besar Tamu;
Para Dekan dan Pembantu Dekan di lingkungan Universitas Sebelas Maret,
Para Ketua dan Sekretaris Lembaga, Kepala Biro, dan Ketua UPT  serta seluruh pejabat di lingkungan Universitas Sebelas Maret;
Para Ketua Jurusan, Ketua Program Studi dan seluruh staf pengajar di Jurusan Pendidikan Ilmu Pengatahuan Sosial FKIP Universitas Sebelas Maret;
Para rekan sejawat, staf administrasi, dan mahasiswa Universitas Sebelas Maret;
Segenap tamu undangan, sanak keluarga, dan hadirin sekalian yang saya muliakan;

Assalamu”alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.
Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada Rasulullah SAW
Untuk mengawali pidato pengukuhan ini, perkenankanlah saya mengajak hadirin untuk memanjatkan puji syukur alhamdullilah ke hadirat Allah SWT. atas rahmat dan hidayahNya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat berkumpul di ruangan yang penuh berkah ini dalam keadaan sehat wal-afiat tiada kurang suatu apa, untuk mengikuti acara sidang Senat Terbuka Universitas Sebelas Maret Surakarta. Atas perkenanNya pulalah saya dapat berdiri di mimbar yang terhormat ini untuk menyampaikan pidato pengukuhan saya sebagai Guru Besar dalam Bidang Pendidikan untuk mata kuliah Statistika pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta yang berjudul ”Peningkatan Kualitas Pembelajaran Statistika Dalam Rangka Mengembangkan Transferable Skills Mahasiswa: Upaya Meningkatkan Competitive Advantage Lulusan Pendidikan Tinggi”
 
A.    PENGANTAR
Hadirin yang saya muliakan,
Judul pidato ini saya pilih karena tiga alasan (1) Tuntutan untuk meningkat¬kan kualitas pembelajaran, terutama untuk mata kuliah statistika, secara berkelanjutan dimana pembelajaran ini selalu saya pandang sebagai roh setiap pendidikan tinggi. (2) Keprihatinan saya terhadap tingginya angka pengangguran untuk lulusan pendidikan tinggi dari tahun ke tahun, dan (3) Panggilan hati untuk mengisi celah yang mungkin dan sangat  logis untuk ikut berpartisipasi aktif membantu pemerintah Indonesia dalam mempersiap¬kan lulusan pendidikan tinggi memasuki dunia kerja, baik sebagai wirausaha atau sebagai tenaga kerja yang kompetitif. Hal ini sudah lama terpikir namun baru terealisasi bersamaan dengan upaya pemerintah dalam menangani un/under employed higher education graduates bagi mereka yang setelah dua tahun lulus namun belum mendapatkan pekerjaan. Pemerintah mengeluarkan dana milyardan rupiah per propinsi per tahun untuk membantu lulusan pendidikan tinggi yang menganggur ini melalui program yang diberi nama Retooling. Saya terlibat dalam program nasional ini dua kali yaitu untuk Batch III dan Batch IV. Program ini terutama dimaksudkan untuk membekali kembali lulusan pendidikan tinggi dengan berbagai keterampilan, yang diharapkan dapat membantu mereka memenangkan kompetisi pada dunia kerja.

Hadirin yang saya muliakan,
Pikiran saya sungguh sederhana, jika keterampilan yang dibekalkan melalui program Retooling itu dapat kita berikan sekarang kepada mahasiswa selama mereka kuliah maka sebenarnya kita sudah melakukan dua hal besar. Pertama bersungguh-sungguh, dalam mendampingi dan memfasilitasi mahasiswa yang sedang belajar, dengan memberikan yang terbaik – materi terbaik, strategi terbaik, frekuensi kehadiran kuliah terbaik, cinta terbaik, hubungan timbal balik terbaik dan sebagainya, sehingga jika seandainya setelah mereka lulus mereka tidak segera mendapatkan pekerjaan, perasaan berdosa kita akan berkurang karena kita dapat mengatakan ‘saya sudah melakukan yang terbaik untuk mereka’ dan, hal itu tentu disebabkan oleh belum terpenuhinya syarat-sayarat yang lain misalnya pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah sehingga tidak memungkinkan terciptanya lapangan kerja yang memadai. Kedua, kita sudah membantu pemerintah mengurangi biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan program Retooling. 

Hadirin yang saya muliakan,
Celah yang sudah saya upayakan adalah meningkatkan transferable sklills mahasiswa, yang berdasarkan hasil penelitian saya tiga tahun yang lalu (awal tahun 2006) menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Atas dasar hasil identifikasi tentang tingkat transferable skills mahasiswa tersebut selama tiga tahun ini, yaitu tahun 2006 – 2008 saya melakukan uji coba sampai saya dapatkan kesimpulan bahwa transferable skills tdapat ditkembangkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran. Kesemuanya ini saya lakukan agar lulusan kita memiliki nilai pasar yang lebih baik dari waktu ke waktu, disamping meningkatkan competitive advantage mereka agar lebih mudah memenangkan persaingan pada dunia kerja. Sudah bertahun-tahun saya mencoba selalu memperbaiki kualitas pembelajaran statistika yang saya ampu di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Upaya ini antara lain untuk menghilangkan image teman-teman mahasiswa bahwa statistika itu sulit, kering, membosankan dan sama sekali tidak menyenangkan. Saya selalu mencari cara strategis untuk meyakinkan dan membuktikan bahwa statistika itu tidak sulit dan perkuliahan statistika itu menyenangkan serta memberikan hasil yang luar biasa baik dalam hal peningkatan prestasi maupun transferable skills mereka. Saya lakukan upaya ini, dengan sepenuh hati dan segenap kemampuan yang diberikan Allah kepada saya untuk memenuhi salah satu kewajiban saya dalam rangka mensejahterakan mahasiswa sebagai stakeholder utama setiap perguruan tinggi, selama mereka kuliah dan setelah mereka lulus.

Hadirin yang saya muliakan,
Istilah kualitas merupakan kata kunci yang sangat penting dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi termasuk yang ada di Indonesia. Di dalam strategi jangka panjang pendidikan tinggi (DGHE, 2004) disebutkan bahwa peningkatan kualitas dipandang sebagai strategi utama dalam meningkatkan nation’s competitiveness. Demikian juga pandangan negara-negara lain di dunia, seperti di Amerika, Inggris yang memiliki Quality Assurance Agency, atau Australia yang memiliki The Australian Higher Education Quality Assurance Framework. Semua Negara maju  memandang kualitas sebagai karakteristik yang sangat penting bagi sektor pendidikan tinggi pada saat  ini, baik menurut pemerintah maupun kalangan universitas. Di samping itu, hasil penelitian yang menyangkut pendidikan tinggi sebagai industri pelayanan dan pusat inovasi berbagai pengetahuan yang dilakukan oleh Siswandari (2006; 2007); Siswandari & Susilaningsih (2006, 2007, 2008)); Rademakers (2005) dan Sahney, Banwet & Karunes (2003), meng¬informasikan bahwa universitas memang sudah seharusnya mencanang¬kan inovasi di bidang penanaman nilai-nilai yang utama, pengetahuan dan keterampilan sebagai prioritas utama.

Era globalisasi yang dimulai pada abad XXI ini sudah selayaknya dipandang sebagai era persaingan kualitas. Kenyataan ini membawa berbagai konsekuensi baru pada berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Konsekuensi baru itu antara lain adanya tuntutan terhadap lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi, untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam arti yang luas dan mampu memenuhi permintaan pasar kerja dimana penguasaan berbagai teknologi baru dan keterampilan yang termasuk kedalam transferable skills semakin dituntut. Adanya konsekuensi tersebut, maka tidaklah terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa pada era globalisasi ini universitas sebagai penyelenggara pendidikan yang berkualitas diposisikan sebagai kunci utama untuk memenuhi semua tuntutan itu.

Tuntutan dihasilkannya SDM yang berkualifikasi sesuai dengan permintaan pasar kerja – sebagai  konsekuensi logis dari era persaingan kualitas tersebut – tampaknya tidak dapat ditunda-tunda lagi, bahkan kita harus marathon untuk dapat memenuhinya. Hal ini disebabkan oleh adanya kenyataan bahwa pada era globalisasi SDM dipandang sebagai sumberdaya utama dari competitive advantage baik pada bidang pendidikan maupun bisnis dan merupakan faktor kunci dalam reformasi ekonomi. Namun demikian, menurut beberapa hasil penelitian hanya SDM yang mampu menunjukkan kinerja pada level yang tinggi di dalam  sistem kerja yang baik yang dapat meningkatkan competitive advantage tersebut. Dengan demikian tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa untuk menghadapi era globalisasi, SDM yang mampu bersaing memang mutlak diperlukan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, hampir setiap pihak yang berkepentingan menyandarkan harapannya pada institusi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi. Mereka mengharapkan agar perguruan tinggi benar-benar mampu meng¬hasilkan SDM unggul yang mampu bersaing dan memainkan perannya baik sebagai pakar akademik, tenaga kerja dengan kinerja unggul maupun sebagai agen pembaharu. Di samping itu, pendidikan dan berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi di suatu perguruan tinggi sebaiknya juga lebih diarahkan pada pemahaman dan manajemen keragaman budaya interpersonal dan penguasaan keterampilan yang dibutuhkan. Hal ini diperlukan antara lain untuk menyelaraskan dampak keragaman budaya pada saat diperlukan kerjasama dimanapun mereka bekerja. Mengenai spesifikasi keterampilan yang sebaiknya dimiliki oleh setiap calon SDM sangatlah beragam terutama yang terkait dengan transferable skills yang saat ini menjadi fokus pembicaraan di berbagai Negara maju termasuk Inggris (Siswandari, 2006)

Kepemilikan transferable skills bagi SDM yang siap bekerja  dan bagi calon lulusan pendidikan tinggi saat ini menjadi isu yang sangat signifikan pada dunia pendidikan tinggi pada berbagai negara karena keterampilan inilah yang benar-benar dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan di tempat mereka bekerja.  Namun demikian, mengkaji empat isu strategis berikut ini cukup mengisyaratkan adanya kecenderungan belum dikembangkannya transferable skills tersebut secara memadai di kalangan pendidikan tinggi, padahal transferable skills tersebut dapat ditingkatkan melalui berbagai media termasuk melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbagai mata kuliah yang dipilih sebagai sarana.

 
B.    LIMA KATA KUNCI SEBAGAI UPAYA MERAIH KEUNGGULAN BERSAING MELALUI PEMANFAATAN INOVASI ICT UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Pada masa sekarang ini pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology, ICT) merupakan  fasilitas bagi sumberdaya manusia (SDM) untuk mempertahankan keberlanjutan suatu lembaga dimana mereka bekerja (Jarboe, 2005; AeA, 2005; Sahney, Fawcett, Rhoads & Burnah, 2004; Banwet & Karunes, 2003; Mangundayao, 2003; Lievens, van Dam & Anderson, 2002 ; Mazzarol, Hosie, Jacobs, 1998; Somekh, 1998; NEA, 1995). Ada lima kata kunci yang terkait dengan pemanfaatan ICT yang dapat dijadikan salah satu referensi.
Kata kunci pertama adalah messiness, dimana inovasi membutuhkan individu-individu untuk memahami situasi yang bersifat non-mekanik, dengan kata lain setiap individu harus mampu mengelola perubahan dan memahami kompleksitas situasi karena adanya perubahan itu, baik yang menyangkut perbedaan motivasi, perbedaan kemampuan, perbedaan respon dan sebagainya.
Kata kunci kedua adalah kekuatan setiap individu untuk memberikan kontribusi positif pada saat membawa perubahan tersebut. Hasil penelitian memberikan bukti dimana setiap individu hendaknya memahami bahwa struktur organisasi (dimana yang bersangkutan bekerja) berpotensi untuk menghalangi perubahan itu dan melakukan pencegahan. Jika pencetus perubahan berpikir tentang kolega maka tidak perlu kecewa seandainya ada yang mengatakan bahwa perubahan semacam itu pernah dilakukan namun tidak berhasil, atau tidak dapat menjalankan perubahan itu, pimpinan akan kecewa dan sebagainya, dimana kesemuanya itu hanyalah perasaan terancam dan tidak berdaya karena mereka kesulitan atau mempunyai perbedaan motivasi atau asumsi.
Kata kunci ketiga adalah partnership dimana penekanan lebih difokuskan pada pengembangan pemahaman bersama dan mengajak orang untuk menciptakan critical mass.
Kata kunci keempat adalah mengembangkan profesionalitas dosen sebagai pusat dari proses perencanaan dan implementasi perubahan. Keterlibatan dalam proses pengelolaan perubahan terfokus pada diri sendiri sebagai bentuk efektif pengembangan staf.
Kata  kunci kelima adalah integrasi antara teori dan praktek

Dari kelima konsep tersebut tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa keberhasilan dalam menerapkan inovasi ICT dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran tergantung dari individu dan organisasi, yaitu individu yang proaktif terhadap perubahan dan percaya diri dan organisasi belajar atau yang sering disebut sebagai learning organization.

Learning organization is an organization that has developed the continuous capacity to adapt and change (Robbins, 2003: 573), dengan demikian organisasi belajar adalah suatu organisasi yang telah mengembangkan kapasitas bersinambung untuk menyesuaikan diri dan berubah. Atau secara sederhana dapat dikatakan bahwa organisasi belajar adalah organisasi yang menerapkan organizational learning – yaitu proses dalam mana suatu organisasi secara terus menerus meningkatkan dirinya untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu

Berikut ini adalah karakteristik dari learning organization yang dikemukakan oleh Robbins (2003: 574)

1.    Ada visi bersama yang disepakati oleh semua orang
2.    Orang membuang cara berpikir dan standar rutin yang lama (yang lalu), yang mereka gunakan untuk memecahkan masalah atau melakukan pekerjaan
3.    Para anggota organisasi memikirkan semua proses, kegiatan, fungsi, dan interaksi dengan lingkungan sebagai bagian dari suatu sistem antar hubungan (interrelationship)
4.    Orang saling berkomunikasi secara terbuka (melintasi batas vertikal dan horisontal) tanpa rasa takut terhadap kritik atau hukuman.
5.    Orang menghilangkan pamrih pribadi atau kepentingan departemen  untuk bekerjasama dalam rangka mencapai visi organisasi

 
C.    KONSEP TRANSFERABLE SKILLS  & KOMPETENSI
Para Hadirin yang saya muliakan,
Secara umum skills adalah kompetensi spesifik yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan, yang beragam sesuai dengan keragaman aktivitas dan dapat dikembangkan selama proses pembelajaran berlangsung (Robbins, 2003 : 465; Vecchio, 1992 : 78; Nelson & Quick,  1994 : 21).  Sedangkan transferable skills adalah ketrampilan yang dapat ditransfer di tempat kerja untuk menyelesaikan pekerjaan. Dari, semua ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang transferable skills merupakan ketrampilan utama yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja sebab transferable skills ini merupakan portable skills yang dimiliki seseorang dan siap dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja (Copland 2006; Smith, 2003; QAA, 2000). Kelompok skills yang portabel sebagaimana dimaksud dapat dilihat pada A Skills Framework yang tertera pada         Gambar-1. Pemikiran dan pengembangan konsep ini didasarkan pada hasil beberapa penelitian di pasar kerja global tentang skills yang benar-benar dibutuhkan oleh pengguna kerja (University of Cambridge 2004; University of Westminster 2004).
Sejak beberapa tahun yang lalu transferable skills dikembangkan oleh University of Westminster (2004) dan University of Cambridge (2004). Prinsip dasar dari pengembangan transferable skills mahasiswa ini adalah “dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran” selama masa studi berlangsung. Konsep ini sampai saat ini terus dikembangkan di kedua universitas tersebut terutama pada University of Westminster namun belum diukur. Karena curiosity yang tinggi saya mencoba mulai mengukur¬nya sejak tahun 2006 yang lalu, sampai tahun ini dan akan terus saya lakukan pada tahun-tahun mendatang sampai saya meyakini bahwa konsep tersebut memang benar dan universitas manapun yang mempunyai mimpi untuk menjadi penghasil lulusan kerja tentu akan berpikir untuk mengembang¬kannya.
 
Gambar-1 A Skills Framework

Hadirin yang saya muliakan,
Pondasi kompetensi yang baik dibangun dari bahan soft skills yang baik, ciri kepribadian yang diterima masyarakat, dan nilai-nilai yang unggul. Hal ini diperlukan agar pengetahuan dan hard skills yang dikembangkan oleh seseorang menjadi lebih berarti karena yang bersangkutan meniatkannya dengan tujuan yang baik dan untuk kebaikan serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di sekitarnya. Pengetahuan yang dikembangkan tidaklah akan besar manfaatnya jika dalam proses pengembangannya tidak didasari oleh nilai-nilai yang mengandung kebaikan bagi umat manusia. Soft skills yang dikembangkan seyogyanya dipilih dari aspek-aspek yang transferable sehingga transferable skills yang dimiliki mahasiswa benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan di tempat mereka kelak (Siswandari, 2006 ; Siswandari dan Susilaningsih, 2006; 2007; 2008), misalnya: (1) Kemampuan berkomunikasi secara efektif didalam tim kerja (ingat bahwa kemampuan berkomunikasi termasuk kedalam soft skill); (2) Kemampuan bernegosiasi dengan win-win solution (harap diingat pula bahwa kemampuan bernegosiasi saja termasuk kedalam soft skill); (3) Kemampuan  menilai manfaat penggunaan IT secara benar; (4) Kemampuan bekerjasama didalam kelompok dengan mematuhi pembagian kerja dan tanggungjawab; (5) Kemampuan menghargai orang lain berdasarkan kompetensi yang dimiliki; (6) Kemampuan memimpin tim secara adil dan demokratis
Selanjutnya, ciri kepribadian yang dianggap sangat penting untuk dikembangkan (Loogma, 2004; Parry, 1998)) antara lain: (1) Bertanggung¬jawab; (2) Jujur; (3) Inisiatif; (4) Setia; dan (5) Mandiri.
Disamping itu, ciri kepribadian lain yang sebaiknya juga dikembangkan adalah: (1) Percaya diri (karena Allah akan memberikan kekuatan dan petunjuk jika seseorang berniat melakukan kebaikan); (2) Pemurah (tidak pelit) secara material dan non-material misalnya dalam hal membagi pengetahuan dan keterampilan atau menunjukkan nilai-nilai yang menurut pengukuran tertentu dipandang baik; (3) Pekerja keras; (4) Peduli terhadap lingkungan kerja dan sosial
Demikian pula nilai-nilai unggul yang sebaiknya dikembangkan antara lain: (1) Memiliki etos kerja yang unggul dimana dosen memiliki pandangan bahwa kerja harus dilakukan atas dasar pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang benar, malu jika hasil pekerjaanya kurang baik, dan selalu meningkatkan kualitas hasil kerja dari waktu ke waktu; (2) Selalu berusaha untuk ”do the best” sehingga tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benaknya bahwa pekerjaan akan dilakukan  sekadarnya tanpa perencanaan dan hasil yang dapat diukur atau diamati; (3) Selalu berorientasi pada ”action” dan ”product”, tidak cenderung menghabiskan waktu untuk bicara yang tidak karuan dan tanpa hasil; (4) Meyakini bahwa pekerjaan apapun harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada atasan di dunia namun terutama harus dipertanggungjawabkan kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa setelah yang bersangukutan meninggal dunia; (5) Tidak mengambil hak orang lain; Selalu berupaya untuk bersikap adil bahkan terhadap ”musuh” dengan semangat untuk kebaikan penyelenggaraan institusi
Konsep tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
 
Gambar-2 Unsur yang Membangun Kompetensi (Siswandari, 2007)
 

D.    PENGEMBANGAN INSTRUMEN NON-TES
Hadirin yang saya muliakan,
Melalui penelitian yang dibiayai oleh DP2M Dikti dari scheme Hibah Bersaing, selama tiga tahun terakhir ini saya dan co researcher saya yaitu Ibu Dra. Susilaningsih, MBus (yang sekarang sedang menempuh program Doktor di Universitas Negeri Malang) telah mengembangkan instrumen untuk mengukur tingkat transferable skills mahasiswa versi Indonesia (Siswandari, 2006; Siswandari & Susilaningsih 2006; 2007; 2008). Instrumen ini sudah didaftarkan untuk memperoleh HAKI dengan nomor Pendaftaran HAKI C00200801756) Tahun 2008. Instrumen versi tahun 2008 ini terdiri dari 50 pernyataan yang dapat dimanfatkan untuk melakukan deteksi awal tentang tingkat transferable skills mahasiswa. Saya yakin bahwa transferable skills ini baru dikembangkan di Universitas kita yang tercinta ini dan baru universitas kita yang mengukur serta berupaya terus untuk mengembang¬kan¬nya meskipun baru pada tahap pilot project.
E.    PENGINTEGRASIAN TRANSFERABLE SKILLS YANG AKAN DITINGKAT¬KAN KEDALAM KURIKULUM DAN MANFAAT YANG DAPAT DIPEROLEH

Para Hadirin yang saya muliakan,
Setiap program studi dapat mengembangkan transferable skills mahasiswa melalui berbagai mata kuliah yang relevan, yang memang secara sengaja dipilih sebagai sarana pengembangannya. Transferable skills yang akan dikembangkan tercantum secara eksplisit didalam Silabi mata kuliah yang ”diamanahi” untuk mengembangkannya. Pada saat jurusan atau program studi tertentu bersepakat untuk mengembangkannya selama delapan semester maka setelah lulus mahasiswa tentu sudah terbekali dengan keterampilan yang jauh lebih baik sehingga mereka akan lebih siap memasuki dunia kerja.

Manfaat dari pengembangan transferable skills ini terutama terkait dengan aspek penjaminan mutu di bidang pendidikan dalam aspek proses pem¬belajaran. Dalam hal ini, pembelajaran sebagai inti dari aspek pendidikan haruslah berorientasi pada lulusan kerja. Dengan memanfaatkan konsep yang sudah teruji melalui beberapa hasil penelitian ini diharapkan  pelaku pendidikan yang berminat dapat seoptimal mungkin mempertimbangkan beberapa aspek relevan yang dapat dimasukkan kedalam benchmark statements yang ingin dicapai. Dengan memasukkan benchmark statements terutama yang terkait dengan transferable skills mahasiswa, diharapkan setiap pendidikan tinggi dapat menyiapkan lulusannya secara memadai sehingga memiliki nilai pasar melalui mekanisme penjaminan mutu seperti yang telah digariskan oleh Depatemen Pendidikan Nasional, Dirjen DIKTI.

Disamping itu, melalui hasil penelitian yang terkait dengan transferable skills ini diharapkan dapat mendorong pengembangan dan penerapan model-model aplikatif yang dapat dihasilkan dari berbagai penelitian pengem¬bangan transferable skils. Hal ini merupakan salah satu upaya partisipatif untuk memenuhi spesifikasi permintaan pasar tenaga kerja era globalisasi. Spesifikasi tersebut terutama yang terkait dengan tuntutan profil SDM yang ternyata sangat bervariasi, baik ditinjau secara mikro maupun makro dimana setiap pasar tentu mempersyaratkan serangkaian kemampuan dan keteram¬pilan berbeda yang harus dimiliki oleh tenaga kerja dimana kemampuan berbahasa Inggris sebagai modal memasuki pasar internasional hanya merupakan salah satu krtiteria dari sekian banyak kriteria yang diper¬syaratkan pada masa perubahan ini.

Disamping itu, dalam rangka mempersiapkan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki keunggulan bersaing (competitive advantage) dan nilai pasar yang tinggi maka hal yang sebaiknya dipikirkan (disamping pemikiran tentang peningkatan knowledge and understanding) adalah meningkatkan keteram¬pilan calon lulusan pendidikan tinggi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Keterampilan yang dimaksud adalah yang tercakup di dalam apa yang disebut sebagai transferable skills. Peningkatan keterampilan ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain seperti yang telah diuraikan diatas dan melalui pengembangan hidden curriculum untuk semua mata kuliah yang dipilih sebagai sarana peningkatan transferable skills maha¬siswa. Hidden curriculum dapat dikembangkan tanpa batas dan dosen dapat sangat leluasa memilih strategi untuk mengembangkan hidden curriculum sebagaimana yang dimaksud. Melalui penyelenggaraan proses pem¬belajar¬an yang dirancang dan terus dikembangkan dengan baik (sampai mem¬buahkan suatu keunikan positif), diharapkan lulusan pendidikan tinggi akan memiliki nilai pasar yang lebih tinggi dan competitive di pasar kerja inter¬nasional!

F.    MODEL PEMBELAJARAN STATISTIKA YANG DAPAT MENINGKATKAN TRANSFERABLE SKILLS MAHASISWA

Para Hadirin yang saya muliakan,
Pada kesempatan ini saya ingin ‘sharing’ tentang kasus pembelajaran statistika yang telah saya lakukan yang ternyata dapat meningkatkan transferable skills mahasiswa. Prosedur pembelajaran yang saya lakukan saya kemas dalam tiga langkah strategis untuk 16 kali pertemuan berikut ini.

1.    Pertemuan Tahap Awal
a.    Penyampaian silabi secara tertulis
b.    Penyampaian kegiatan belajar mengajar terutama adanya praktek Lab pada pertemuan-pertemuan sebagaimana yang telah disepakati bersama
c.    Penyampaian Bahan Ajar
d.    Penyampaian Petunjuk Praktis Mengoperasikan MINITAB
e.    Penyampaian soal-soal latihan
f.    Penjelasan tentang pentingnya Transferable Skills yang diupayakan peningkatannya oleh dosen dengan dukungan yang berupa partisipasi positif dari mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung
g.    Penjelasan tentang prosedur penilaian
h.    Pengisian instrumen Transferable Skills (tahap awal)
i.    Pengamatan tentang kemampuan awal mahasiswa (termasuk kemampuan mempresentasikan topik statistika deskriptif, dipilih secara random)

2.    Pertemuan Selama Proses Pembelajaran Berlangsung
a.    Penyampaian konsep di ruang kuliah
1)    Per topik sesuai dengan urutan materi sebagaimana yang tercantum didalam silabi
2)    Penjelasan tentang pentingnya menguasai software pengolah data seperti MINITAB dengan baik
3)    Pendemonstrasian perhitungan statistik dengan komputer (divisualisasikan melalui laptop dan LCD) sambil menekankan hal-hal penting yang harus diperhatikan dari hasil pengolahan data dengan software MINITAB yang sedang divisualisasikan,  misalnya model yang diperoleh dan p-value untuk analisis regresi
4)    Penyampaian beberapa pesan moral dan nilai-nilai yang baik
5)    Mahasiswa, ditunjuk secara random, diminta ikut mencoba melakukan di depan kelas seperti apa yang telah dilakukan oleh dosen (dilakukan agar mahasiswa semakin termotivasi untuk melakukan pengolahan data dengan komputer dan meng-apresiasi teknologi)
6)    Penjelasan print out
7)    Penekanan pada beberapa langkah-langkah penting yang harus dilakukan agar pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien (terutama untuk topik ANOVA ONE-WAY)

b.    Praktek di Laboratorium Komputer
1)    Memberikan penjelasan umum, terutama yang terkait dengan:
a)    Memulai program MIN ITAB for Windows
b)    Menjelaskan fungsi “Worksheets”
c)    Menjelaskan fungsi “Command line editor”
d)    Menjelaskan cara meng – entry data secara efisien
e)    Menjelaskan Menu “STAT”
f)    Menjelaskan pengolahan data melalui menu “STAT”
2)    Mahasiswa melakukan praktek sesuai dengan prosedur seperti yang telah dijelaskan
3)    Mahasiswa mengerjakan tugas-tugas terstruktur
4)    Praktek Lab dilakukan selama 300 menit

c.    Evaluasi
1)    Tugas (2 kali)
2)    Latihan mandiri
3)    Latihan terbimbing/tutorial
4)    Presentasi & diskusi
5)    Ujian I
6)    Ujian II

d.    Penyampaian umpan balik (feed back)
1)    Membahas tugas (yang sudah dikoreksi dan dikembalikan kepada mahasiswa)
2)    Membahas hasil ujian I (yang sudah dikoreksi dan dikembalikan kepada mahasiswa)
3)    Memberikan penjelasan ulang untuk topik atau sub topik yang belum dikuasai mahasiswa
4)    Penekanan pemanfaatan statistik untuk penelitian dalam rangka menyusun tugas akhir (skripsi) berdasarkan survey.

3.    Pertemuan Tahap Akhir
a.    Pengisian instrument Transferable Skills (tahap akhir)
b.    Ulasan umum


 
MODEL PEMBELAJARAN STATISTIKA YANG DAPAT MENINGKATKAN TRANSFERABLE SKILLS MAHASISWA
(Siswandari, 2006; Siswandari & Susilaningsih, 2006; 2007; 2008)



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   
G.    HASIL PENELITIAN YANG RELEVAN DAN DISEMINASI YANG SUDAH DILAKUKAN

1.    Penyelenggaraan pembelajaran sebaiknya diupayakan berfokus pada mahasiswa (student oriented) dan dosen merupakan fasilitas utama yang benar-benar dapat diandalkan oleh mahasiswa untuk memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan belajar mahasiswa. Secara konseptual, salah satu peran universitas adalah menyiapkan lulusannya melalui proses pembelajaran agar dapat beradaptasi dengan masa depan, universitas harus merubah cara pandangnya terhadap pembelajaran dimana mengajar sebagai kegiatan ritual harus diubah menjadi komitmen ”mahasiswa belajar”. Fokus setiap universitas antara lain adalah mahasiswa yang sedang belajar, produktivitas akademik dan performansi organisasi (Srikanthan & Dalrymple, 2004; Scott 2003). Analisis penyelenggaraan pembelajaran dalam model yang dihasilkan ini terutama dilakukan dalam rangka menetapkan transferable skills apa saja yang sangat dimungkinkan untuk dikembangkan melalui pembelajaran statistika berbantuan komputer yang sejak awal telah dirancang dengan seksama. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada dasarnya ada 14 aspek transferable skills  telah terbukti meningkat melalui perbaikan kualitas pembelajaran, termasuk lima aspek yang ditargetkan, yang diberi tanda (*) setelah proses pembelajaran  statistika berbantuan MINITAB for windows selesai yaitu kemampuan untuk:
1.    Melatih orang lain (*)
2.    Menghitungan dengan memanfaatkan computer
3.    Membedakan penggunaan IT
4.    Troubleshooting
5.    Mengumpulkan data (*)
6.    Menghitung secara manual (*)
7.    Mengembangkan database
8.    Memanfaatkan spreadsheets
9.    Menafsirkan grafik (*)
10.    Menguji hipotesis
11.    Menafsirkan hasil pengolahan data
12.    Mempresentasikan hasil pengolahan data
13.    Memanfaatkan data empiris untuk mengerjakan tugas
14.    Mengolah data dengan menggunakan komputer (*)
Hal ini merupakan salah satu indikator bahwa peningkatan kualitas pem¬belajaran dapat meningkatkan transferable skills mahasiswa sebagai calon lulusan dan sekaligus calon SDM lulusan pendidikan tinggi yang semakin membutuhkan berbagai ketrampilan untuk memudahkan mereka memasuki pasar kerja. Kepemilikan transferable skills ini akan relatif dirasa semakin penting pada saat semua pihak yang terlibat dalam penyeleng¬garaan pendidikan dan pembelajaran, terutama dosen, menyaksi¬kan tinggi¬nya angka pengengguran setelah mereka lulus.
2.    Persepsi mahasiswa tentang pemanfaatan MINITAB for windows antara lain mengungkap kebermanfaatan software tersebut dalam meningkatkan semangat belajar mandiri dan mendukung suasana belajar yang menye¬nang¬kan (Siswandari, 2006)
3.    Transferable skills mahasiswa dan prestasi statistika mereka meningkat dua kali lipat setelah mereka mengikuti proses pembelajaran statistika dengan bantuan MINITAB for windows

Hasil penelitian ini mendukung teori pengembangan skills dan transferable skills yang dikemukakan oleh Copland (2006, 2004) maupun Curzon (1985), dimana transferable skills ini dapat dikembangkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran. Peningkatan kualitas pembelajaran ini antara lain dapat diterjemahkan oleh peneliti kedalam peningkatan tiga tahap proses pembelajaran yaitu (1) tahap perencanaan atau perancangan pembelajaran, (2) tahap pelaksanaan pembelajaran dan (3) tahap pengukuran. Dengan demikian berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikemukakan bahwa pengembangan transferabkle skills mahasiswa dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pembelajaran secara terpadu (terutama yang berkaitan dengan perumusan tujuan pembelajaran yang didasarkan pada kurikulum dan hasil kajian atau prediksi terhadap permintaan pasar kerja;  perancangan strategi pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, ketrampilan – terutama transferable skills dan sikap positif mahasiswa untuk terus mengembangkannya dalam rangka menunjang pencapaian kehidupan yang lebih baik, dan implementasi dari langkah strategis yang telah dirancang tersebut). Hal ini antara lain dimaksudkan untuk mewujudkan tanggungjawab lembaga pendidikan tinggi terhadap stakeholders terutama kepada mahasiswa sebagai calon lulusan yang akan segera memasuki dunia kerja agar memiliki transferable skills yang memadai dan memenuhi tuntutan pengguna kerja yang membutuhkan berbagai spesifikasi ketrampilan dari SDM yang akan dipekerjakan.

Selanjutnya dapat saya dikemukakan bahwa diseminasi tentang konsep transferable skills dan implementasinya antara lain disebarluaskan melalui beberapa media berikut ini
1.    Peningkatan Transferable Skills Mahasiswa: Upaya Memperbaiki Kualitas SDM Lulusan Pendidikan Tinggi (Jurnal Ekonomi Arthavidya Nomor 3 –Nopember 2006 - Accredited Journal, yang telah diakreditasi melalui SK Dirjen DIKTI  No. 23a/DIKTI/Kep/2004
2.    Kompetensi, Konsep Dasar Pengembangan Kurikulum, dan Pening¬katan Kualitas Pendidikan Berkelanjutan (Jurnal Pendidikan Dwija Wacana Jilid 8 No. 1, Mei 2007 – Jurnal Terakreditasi SK Dirjen DIKTI  No. 23a/DIKTI/Kep/2004 tgl 4 Juni 2004)
3.    Pengembangan Model Pembelajaran Statistika Untuk Meningkatkan Transferable Skills Mahasiswa: Upaya Meningkatkan Daya Saing Lulusan (Jurnal Penelitian Pendidikan Paedagogia Jilid 9 No. 2 Agustus 2007 – Jurnal Terakreditasi SK Dirjen DIKTI  No. 23a/DIKTI/Kep/2004 tgl 4 Juni 2004)

Selain itu hasil penelitian tentang pengembangan transferable skills tersebut sudah saya presentasikan di berbagai forum seperti:
1.    “Model Pembelajaran Statistika Berbasis Kompetensi: Upaya Pening¬katan Transferable Skills Mahasiswa” disampaikan pada workshop penyempurnaan kurikulum Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang. 9 dan 23 Pebruari 2007
2.    “Skills: Hard Skills, Softskills and Transferable Skills for Education Studies” disampaikan pada Seminar Nasional Tantangan Soft Skills bagi Pendidikan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan oleh FKIP Universitas Sebelas Maret, 5 April 2007
3.    “Developing 33 aspects of students’ transferable skills” one of the alternatives in replacing Retooling Program for un/under employed HE graduates disampaikan pada Seminar Nasional Pemanfaatan IPTEKS Dalam Rangka Penguatan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Sebelas Maret, 21 April 2007
H.    TESTIMONY

Hadirin yang saya muliakan,
Saya selalu mendapatkan testimony dari mahasiswa, baik melalui SMS maupun melalui surat atau hasil penilaian mahasiswa atas pembelajaran statistika yang saya lakukan. Berikut ini adalah beberapa testimonial statements – dari sekian banyak testimony yang saya terima – baik dari mahasiswa maupun dari peserta pelatihan yang mengikuti paparan saya tentang Statistika atau Statistik Dalam Penelitian Kuantitatif, yang saya terima dalam dalam empat tahun terakhir ini.

    Cara ibu membelajarkan statistika dg bantuan komputer sangat menyenangkan, suasana belajar serius tapi santai. Sikap keterbukaan ibu membuat saya tidak takut bertanya dan saya jadi lebih senang mempelajari statistika (Helmi Winarni, 085647186604)
    Kuliah Yang Sangat Menyenangkan, Ada Minitab, Dosen Yang Baik, Keibuan, Ramah, Bersahabat Dan Penjelasannya Mudah Dimengerti. Kini Statistika Bukan Lagi Mata Kuliah Yang Mengerikan…… (Yoke Wandaningrum, 0856-251-8881)
    Saya Masih Bingung Dan Belum Lancar Menggunakan Minitab, Tapi Saya Mulai Menenangi Statistika  Dan Tidak Khawatir Bu….Karena Ada Ibu Yang Sabar Dalam Membimbing Saya (Murniati Rochimah, 085647235711) 
    Dengan Minitab Dan Belajar Statistika Bersama Ibu Membuat Semuanya Jadi Lebih Mudah… (Eko)
    Cara Ibu Menyampaikan Minitab Bagus Banget, Ibu Sudah Akrab Di Hati Saya Meskipun Baru Pertama Kali Ketemu… (Umi Nur Qomariah, 081548741261)
    Sejak Pertemuan Pertama Saya Dengan Ibu, Saya Terus Tertarik Untuk Mempelajari Statistika, Lebih-Lebih Ketika Ibu Memperkenalkan Cara Menghitung Statistik Dengan Komputer……. (Sandra Dwi Lestari, 085229 020110)
    Senang..!, Bermanfaat, Menghemat Waktu Dan Saya Menikmati Pembelajaran Dengan Teknologi Komputer Ini (Dwi Susilo, 085647008807)
    Dengan Minitab, saya tidak mengalami kesulitan yang berarti karena ada ibu yang membimbing (Etik)
    Penggunaan It Dalam Proses Pembalajaran Sangat Bermanfaat, Hemat Waktu, Persoalan Statistik Mudah Diatasi…Apalagi Dengan Bimbingan Ibu semuanya Jadi Lebih Mudah (Giyarni, 085296885470)
    Saat Membaca Judulnya Kayaknya Kami Pesimis Banget Untuk Dapat Mengerjakan. Tetapi Setelah Bu Siswandari Memotivasi Bahwa Sebenarnya One-Way Anova Sangat Mudah Kami Termotivasi Untuk  Bisa. Setelah Mendengarkan Dan Memperhatikan Penjelasan Ibu Akhirnya…. Benar! Hal Yang Sulit Menjadi Begitu Mudah. Semoga Dosen-Dosen Di Fkip Seperti Ibu Semua. Chayooo……!!!! (Nurul Kusniah 085725220004;  Wahyu Mustika 085647467145;Nur Indah P 085642028898)
    Pertama Melihat Tampaknya Sungguh Rumit Tapi Setelah Diterangkan Dan Mencoba Mengerjakan Soal Seperti Pendekatan Yang Dilakukan Bu Siswandari Ternyata Mudah Dan Tidak Memakan Waktu Lama Untuk Mengerjakannya. Love U Full Bu……. (Umi Syukriani Dkk 085642170978)
    Thanks Mom…… Now We Can Do statistic F Easily.I Promise That You Will Always Life In Our Soul…(Ryza Bakti Kusuma; Wiwik Nurfika; Sri Wahyuningsih; Niputra Dhanar W; Rohmad Sawaluddin)
    Setelah Menerima Kuliah Anava Satu Jalan Kami Merasa Lebih Paham Dan Mudah Mengerjakannya Sendiri Seperti Metode Yang Diperagakan Bu Siswandari. Kami Dapat Menyelesaikannya (Menghitung Statistik F) Dalam Waktu 5 Menit Dan Setelah Selesai Kami Dapat Tertawa Bangga  Haaa…. Haaa ….…. Haaa…… Haaaaaaa (RIZKY WORO 085642339869; SUNGGING 085728235709; UMI 085647064621; PUTRI NURAINI 08560496374; RINA DWI N 085630295288)
    Dengan segala ketulusan hati saya sampaikan Alhamdulillah kami mempunyai dosen statistika yang penuh dedikasi dan low profile seperti Ibu Siswandari. Ibu benar-benar membuat statistic tidak terlalu sulit dan dapat dipahami dengan mudah. Mungkin dosen seperti Ibu jarang dijumpai di Indonesia. Semoga Ibu selalu dalam keadaan sehat (085725252788; 14/10/2008 jam 15.36)

I.    PENUTUP: PENJAMINAN MUTU & PENINGKATAN KUALITAS BERKELANJUTAN

Para Hadirin yang saya muliakan,
Peningkatan kualitas pembelajaran  dari mata kuliah apapun yang digunakan sebagai sarana peningkatan transferable skills mahasiswa sebaiknya dimonitor dan dievaluasi dari waktu ke waktu sehingga baik kualitas pembelajarannya, peningkatan kognisi, peningkatan prestasi maupun pening¬katan transferable skills mahasiswa, baik yang tergolong kedalam hard skills maupun soft skills dapat diamati dan terukur dari waktu ke waktu sampai diyakini bahwa standar yang telah dicapai oleh dosen adalah yang terbaik. Dengan kata lain dosen sudah sampai pada level best practices atau khusnul khotimah untuk aspek pembelajarannya.

Hadirin yang saya muliakan,
Secara skematis peningkatan kualitas berkelanjutan sebagaimana yang dimaksud dapat digambarkan sebagai berikut:
 
Transferable skills mahasiswa ini akan terus dikembangkan, dimonitor, diukur, dievaluasi, dan ditingkatkan kualitas implementasinya di lapangan. Tidak ada lain yang diharapkan kecuali semangat para dosen Universitas Sebelas Maret untuk menyumbangkan darma baktinya untuk mengimple¬mentasikan konsep pengembangan transferable skills ini (yang saya pandang sebagai salah satu “proyek unggulan”) pada semua jurusan dan program studi serta BKK yang antara lain dalam rangka efisiensi dana pendidikan (karena pemerintah tidak perlu lagi menyelenggarakan Retooling Program for un/under employed Higher Education graduates yang mem¬butuh¬kan dana milyard-an rupiah per tahun disamping  peningkatan kualitas pendidikan berkelanjutan.

Hadirin yang saya muliakan,
Puji syukur dengan sepenuh hati saya haturkan kehadirat Allah SWT yang limpahan nikmat dan kasih sayangNya sangat besar kepada saya, yang selalu memenuhi janji NYA: “setelah kesulitan pasti ada kemudahan”, yang telah mengajari saya untuk selalu bekerja dengan sangat baik atas dasar prioritas utama, untuk menghargai dan mengatur waktu, dan membuat academic writing yang baik melalui Rasul Pilihan dan Penghulu Para Nabi: Muhammad SAW, lewat risalah-risalah didalam Al-Qur’anul Karim.
Sholawat, cinta serta salam kepada Rasulullah Muhammad SAW yang telah memberi berbagai contoh yang baik, yaitu teladan bagaimana seharusnya seorang muslim menjadi “rahmatan lil alamin” dan menjadi seorang abdi yang penuh kehormatan diri dan kesadaran terhadap semua kegiatan yang akan dipertanggungjawabkan kelak sesudah kehidupan ini berakhir.
Mengakhiri pidato saya ini, perkenankanlah saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Pendidikan Nasional, yang telah mengangkat saya dalam jabatan Guru Besar untuk bidang ilmu Statistika pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.
Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada Pimpinan dan Anggota Senat Universitas Sebelas Maret beserta Pimpinan dan Anggota Senat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret yang telah menyetujui, mengusulkan, dan memproses pengangkatan guru besar saya. Tak lupa ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Ketua dan Sekretaris Jurusan Pendidikan IPS, Ketua dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Ketua dan Sekretaris Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi, dan seluruh dosen di Jurusan Pendidikan IPS, terutama dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi, yang selama ini telah memberi bantuan dan kerjasama yang sangat baik. Terimakasih kepada semua Senior saya terutama Prof. Haris Mudjiman, MA, Ph.D, Prof. DR. Ambar Mudigdo, dr.Sp.PA (K), Prof. Dr. Soetarno Joyoatmojo, Prof. DR. Sigit Santosa, M.Pd, Prof. Dr. M. Syamsulhadi, dr. Sp.KJ (K), Prof. Dr. Sri Anitah, M.Pd, Prof. Dr. Aris Sudyanto, dr. Sp.KJ(K), Prof. Dr. Budiyono, M.Sc,            Prof. Dr. Sunardi, M.Sc, dan Dr. Suyatno Kartodirdjo karena berbagai ilmu dan motivasi yang diberikan sehingga saya terus belajar dan berbakti kepada UNS. Saya juga mengucapkan terimakasih yang tulus kepada semua sahabat saya terutama kepada kedua sahabat saya yang sering memberikan inspirasi untuk pekerjaan akademis yang saya lakukan yaitu Ibu Dra. Susilaningsih, MBus  dan Ibu Asminah Rachmi, SE, MBA yang sekarang keduanya sedang menempuh program Doktor. Kepada semua teman saya staf administrasi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, pada khususnya terutama kepada Bu Aris dan Mas Midin, dan di Universitas Sebelas Maret, pada umumnya – terutama teman-teman yang ada di bagian kepegawaian universitas: Bu Eny, Pak Danang, Pak Pri, Pak Djoko, Pak Dur, Pak Haryanto, Mas Willy, Dik Dian, Dik Ana dan semuanya yang banyak membantu saya. Terimakasih kepada para senior dan teman-teman saya di Lembaga Pengembangan Pendidikan baik dari kalangan peer group maupun staf administrasi: Pak Hendri, Bu Sari, Dik Yenny, Dik Bagus dan juga Eros & Yusuf atas segala partisipasinya. Terima kasih yang tulus juga saya sampaikan kepada semua sahabat saya dari kalangan peer group: Pak Edy Tri, Pak Edy Legowo, Pak Joko Sutrisno, Bu Ratna, Dik Santi, Dik Tutik, Mami Andri dan semuanya maupun adik-adik staf administrasi di Pusat Pengembangan Kewirausahaan yang telah banyak membantu saya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah memungkinkan saya mendapatkan gelar guru besar dan dikukuhkan pada hari ini.
Terima kasih yang tulus juga saya sampaikan kepada para guru saya, di Sekolah Dasar Negeri I Sanansari Malang, SMP Negeri 5 Malang, SMA Negeri I Malang, para dosen saya di FKIS IKIP Negeri Malang terutama penghargaan yang tinggi kepada almarhum Prof. Bambang Yuwono yang menjadi teladan terbaik bagi saya, dosen-dosen saya di Department of Statistics–School of Mathematics – Faculty of Science – The University of New South Wales, New South Wales Australia terutama kepada Supervisor saya Prof. DR. D.J. Street dan Prof. DR. McGilchrist yang selalu memberi dorongan kepada saya untuk menyelesaikan studi tepat waktu dan juga untuk dosen-dosen saya di Universitas Negeri Malang, atas bimbingan dan pendidikan yang telah diberikan kepada saya, yang merupakan bekal yang sangat berharga bagi saya dalam mengarungi bahtera hidup ini. Kepada pembimbing disertasi saya, almarhum Bapak Prof. H.M. Zaini Hasan, M.Sc, Ph.D; Bapak Prof. Dr. Salladien dan Ibu Prof. Dr. Djumilah Zain, SE saya mengucapkan terima kasih. Secara khusus saya mengucapkan terimakasih kepada Ibu Prof. Dr. Djumilah Zain, SE yang telah mengapresiasi pemikiran saya tentang transferable skills yang saya tuangkan kedalam disertasi dengan cara meminta saya mendiseminasikan hasil penelitian saya itu di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya dan Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya dalam empat kesempatan yang berbeda pada tahun 2007 yang lalu. Terimakasih karena Ibu juga bersedia menunggui saya saat ini. Terima kasih juga saya haturkan kepada Bapak Prof. Dr. Salladien yang telah menurunkan ilmu tentang meneliti kepada saya. Upaya Bapak itu sungguh tidak sia-sia karena saya telah membuktikan lewat beberapa penelitian kompetitif, yang karena kemurahan Allah, dapat saya menangkan pada tiga tahun terakhir ini.
Dalam lingkup yang lebih pribadi, pertama-tama saya haturkan terima kasih yang tak terhingga disertai cinta dan penghargaan yang tulus kepada Ibu dan Bapak saya, Bapak Ma’oen Hadiwidjojo yang keduanya telah berada di sisi Allah SWT dimana sejak 38 tahun yang lalu, yaitu pada saat saya berumur 11 tahun Bapak sudah meninggalkan saya. Terima kasih untuk pendidikan berbasis moral dan bermuara pada kebermanfaatan bagi orang banyak, yang telah beliau berdua tanamkan kepada saya sejak saya masih kecil. Terimakasih untuk pendidikan agar saya biasa bertanggungjawab dengan sangat baik, kalau tidak boleh saya katakan terbaik. Terima kasih karena saya telah belajar banyak tentang makna bertanggungjawab dan mencintai, tentang indahnya mengenang akhirat, dan tentang nikmatnya menjauhi kemegahan duniawi. Saya yakin Ibu dan Bapak dapat memandang putranya yang ke-4 saat ini. Semoga saya dapat menjadi salah satu bukti bahwa Ibu dan Bapak telah mengemban amanah Allah dengan sangat baik.Terimakasih untuk cinta dan kasih Ibu yang seperti matahari. Terima kasih untuk pembebasan yang Ibu berikan kepada saya. Saya yakin tidak ada di dunia ini seorang Ibu yang dengan suka rela menyatakan dengan penuh cinta – membebaskan putrinya untuk tidak menikah. Semoga Allah Yang Maha Pemurah, memberikan semua pahala dari berbagai kebaikan yang timbul karena jabatan guru besar saya, karena tulisan ini dan berbagai tulisan rangkaiannya sesudah tulisan ini kepada Ibu dan Bapak saya dan memberikan kepada beliau berdua sorga yang penuh kenikmatan.
Secara khusus saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Mas saya Achmad Siswanto dan Mbakyu saya Susilaningsih yang selama 26 tahun ini telah menemani saya dalam suka dan duka dan mendukung semua kegiatan akademik saya untuk UNS selama 24 tahun ini mulai dari menyiapkan makanan bergisi sampai menunggui saya jika saya harus bekerja di tempat yang saya cintai ini sampai larut malam, dan kesemuanya itu sungguh memberikan kontribusi yang signifikan sehingga saya berada disini saat ini. Terimakasih untuk doa, cinta dan kasih sayang sampean yang tulus dan tanpa pamrih.
Masih dalam lingkup keluarga, saya mengucapkan terimakasih kepada semua Mas, Mbakyu serta adik-adik saya – beserta keluarga – yang sekarang hadir di ruangan yang sangat mulia ini, terutama Mas Siswoyo yang pada saat remaja dulu telah bersedia menjadi guru saya untuk membaca Al-Quran dan memberikan pendidikan kepada saya untuk menjadi perempuan yang mandiri, cerdas dan maju. Kepada Mbak Watik yang membantu Ibu saya mengatur makanan dan pakaian saya sewaktu saya masih kecil. Terimakasih juga saya sampaikan kepada kedua adik saya, dik Yayuk dan Dik Wiwin yang menjadi motivasi saya untuk terus bekerja keras dan menjadi saksi bahwa saya adalah mbakyu yang penuh tanggungjawab dan penerima amanah orangtua yang sungguh setia pada janji.
Pada kesempatan ini saya sungguh menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Keluarga Besar Bapak Mayor Mardjono (alm): Ibu Kamisyah Mardjono beserta para putra dan keluarganya masing-masing yang telah berkenan menghadiri acara pengukuhan saya sebagai guru besar di UNS. Juga kepada keluarga besar Bapak Drs.H.M.Sudja’i, M.A beserta keluarga yang telah banyak membantu saya dalam berbagai hal selama ini dan kepada keluarga besar Bapak Ridwan Abdul Hadi (alm) saya mengucapkan terima kasih terutama karena do’a sahabat saya yang telah tiada yaitu almarhumah Ibu Dra.Muyasiroh yang sejak tahun 1988 atau 20 tahun yang lalu sungguh meyakini bahwa saya akan menjadi salah satu guru besar di UNS tercinta ini. Semoga engkau senang di akhirat sana meskipun guru besar ini saya dapatkan ‘by chance’ dan bukan ‘by plan’ sebab engkau sungguh mengenal saya bahwa saya tidak pernah condong kepada kehidupan duniawi yang penuh kepalsuan dan tipu daya ini.
Ucapan terima kasih yang tulus dan tak terhingga juga saya sampaikan untuk sahabat seperjuangan saya ‘del JaMbu’. Terima kasih karena selalu ikut membantu memecahkan permasalahan jika saya sudah merasa jenuh dengan berbagai hal yang terkait dengan kegiatan akademik saya di UNS dan terutama selama saya menempuh studi S3 di Malang.Terima kasih untuk semua diskusi ilmiah yang selalu menjadi inspirasi bagi saya untuk berkarya nyata di UNS. Lebih dari semuanya itu, terimakasih untuk cinta yang sangat besar dan dorongan yang positif agar saya selalu menjadi yang terbaik.
Terima kasih secara khusus saya sampaikan kepada semua mahasiswa saya baik untuk program S1, S2, dan S3 terutama untuk semua anak-anak saya mahasiswa S1 karena kalian menjadi semangat bagi saya untuk melanjutkan perjalanan saya di UNS....... Saya mencintai kalian semua........
Kepada segenap panitia pengukuhan guru besar hari ini dan kepada adik-adik kelompok Paduan Suara Mahasiswa, saya mengucapkan terima kasih. Tanpa bantuan bapak-bapak dan ibu-ibu serta adik-adik mahasiswa, acara hari ini tidak mungkin terlaksana. Kepada teman-teman pers yang telah meliput acara ini, saya juga mengucapkan terima kasih.
Akhirnya, saya ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir di sini dan telah bersabar mendengarkan pidato saya. Mohon maaf apabila pidato saya ini kurang berkenan. Semoga kebaikan hati dan pengorbanan waktu Ibu/Bapak/Saudara sekalian mendapat balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, selama di dunia ini sampai di akhirat kelak. Amin.
Terima kasih. Billahit taufiq wal hidayah. Wassalamu’alaikum Warakhmatullahi Wabarakatuh.
 



 
DAFTAR REFERENSI

AeA. 2005. Losing the Competitive Advantage?. On http://www.aeanet.org

Copland. 2006. Welcome Address to the University of Westminster’s Student – Headquarters 309 Regent Street London

Directorate General of Higher Education. DGHE (D). 2004. Higher Education Long Term Strategy – HELTS 2003 – 2010

Jarboe, P.K. 2005. The Changing Contexs of Higher Education and Four Possible Futures for Distance Education.  University of Minnesota

Lievens, F., K. van Dam & N. Anderson. 2002. Recent Trends and Challenges in Personnel Selection. Personnel Review. Vol.31 No.5. pp. 580 – 600. Published by: The Emerald Group

Loogma, Krista. 2004. Learning At Work and Competence: Difference Contexts and Meanings in the Case of Transition Economy. Journal of European Industrial Training. Vol. 23 No.7. 2004. pp. 574 – 586
 
Mangundayao, A.B., S.J. Briones & J.D. Mefragata. 2003. Sustaining Technician Education in the Age of Globalization. Research Report: Technological University of the Philippines.

Mazzarol, T., P. Hosie & S. Jacobs. 1998. Information Technology as A Source of Competitive Advantage in International Education. Journal on Information and Technology for Teacher Education. Vol.7 No.1

National Education Association, NEA. 1995. Information Technology: A Road to the Future?. NEA of the United States

Nelson, D.L & J.C. Quick. 1994. Organizational Behavior – Foundation, Realities and Challenges. St. Paul : West Publishing Company

Parry, Scott B. 1998. Just What is a Competency? (And Why should you care?). Educational Journal. June 1998. Vol. 35 No.6 pp. 58 – 62

QAA for Higher Education. 2000. Guideline for Preparing Programme Specification. On http:// www.qaa.ac.uk

Rademakers M, 2005. Corporate Universities: Driving Force of Knowledge Innovation. Journal of Workplace Learning, Volume 17, Number 1 – 2005 pp. 130 – 136

Robbins, S.P. 2003. Organizational Behavior.  10th Edition. Pearson Education, Upper Saddle River: Prentice-Hall International Inc.

Sahney, S, D. K. Banwet & S. Karunes, 2003. Enhancing Quality in Education: Application of Quality Function Deployment – An Industry Perspective. Journal of Work Study, Volume 52 – Number 6 – 2003 pp. 297 – 309

Scott, R.A. 2003. The University as A Moral Force. Horizon.Volume 11 Number 2 – 2003 pp. 32-36

Siswandari. 2006. Peningkatan Transferable Skills Mahasiswa Melalui Pengembangan Model Pembelajaran Statistika Berbantuan Komputer (Upaya Meningkatkan Competitive Advantage Lulusan Pendidikan Tinggi). Disertasi. Universitas Negeri Malang

Siswandari & Susilaningsih. 2006. Pengembangan Transferable Skills Mahasiswa Melalui Peningkatan Kualitas Pembelajaran Statistika Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Lulusan Pendidikan Tinggi.  Laporan Penelitian Hibah Bersaing XIV Tahun I. DP3M Dikti

_________ . 2007. Pengembangan Transferable Skills Mahasiswa Melalui Peningkatan Kualitas Pembelajaran Statistika Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Lulusan Pendidikan Tinggi. Laporan Penelitian Hibah Bersaing XIV Tahun II. DP3M Dikti

_________ . 2007. Developing 33 Aspects Of Students’ Transferable Skills”  disampaikan pada Seminar Nasional Pemanfaatan IPTEKS Dalam Rangka Penguatan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diselenggara¬kan oleh LPPM Universitas Sebelas Maret, 21 April 2007

_________ . 2008. Pengembangan Transferable Skills Mahasiswa Melalui Peningkatan Kualitas Pembelajaran Statistika Dalam Rangka Meningkatkan Daya Saing Lulusan Pendidikan Tinggi. Laporan Penelitian Hibah Bersaing XIV Tahun III. DP3M Dikti

Smith, R. 2003. Transferable Skills. On http://www.placement-mannual.online

Srikanthan, G & J. Dalrymple. 2004. A Synthesis of A Quality Management Model for Education in Universities. International Journal of Educational Management. Volume 18 Number 4 – 2004 pp. 266-279

University of Cambridge. 2004. Transferable Skills. On http://www.phil.cam.ac.uk

University of Westminter. 2004. Transferable Skills: Acquiring the Skills Employers Want. On http://www.wmin.ac.uk

Wacker, J.G & L.C. Sprague. 1998. Forecasting Accuracy: Comparing the Relative Effectiveness of Practices Between Seven Developed Countries. Journal of Operation Management. Vol.16 pp. 271 – 290. Elsevier Science B.V

Vecchio, R.P, G. Hearn, G. Southey. 1992. Organizational Behavior – Life at Work in Australia. Marrickville: Harcourt Brace & Co.
 

[ Atas ]


Berita terkait lainnya
© 2013 | UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret
Jln. Ir. Sutami 36 A Kentingan Jebres Surakarta 57126 Indonesia
Telp / Faks : + 62 0271 654311
e-mail : pustaka@uns.ac.id